BSD Targetkan Tol Serpong-Balaraja Kelar 2016

Jakarta : PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menargetkan penyelesaian jalan tol Serpong-Balaraja akan selesai di 2016. Saat ini, perkembangan proyek masih dalam tahap pembebasan lahan. "Jalan tol ini yang kami kerjakan akan selesai di tahun 2016, semoga bisa beroperasi di tahun 2016 juga," ujar Direktur dan Corporate Secretary PT BSD Tbk, Hermawan Wijaya, Kamis (30/5/2013). Dia mengungkapkan, kalau pembebasan lahan di kawasan BSD sudah mencapai 60%, antara lain lahan sepanjang 10 kilometer (km). Perihal total anggaran pembebasan lahan jalan tol seluas 30 km tersebut, dia mengaku belum bisa menyebutkan angka detail. Dia hanya menyebutkan jika pada 2013, anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan mencapai Rp 3 triliun. Selain itu, Hermawan menjelaskan, kalau perseroan pada tahun ini akan membangun beberapa proyek properti yang besar, baik perumahan, komersial dan apartemen. Ada satu nama proyek seperti Green Ways yang akan dibangun dengan membidik kalangan kelas menengah hingga ke atas. "Kami memberikan harga kawasan ini sebesar Rp 10 juta meter persegi. Kawasan ini medium up, harganya memang lebih murah jika dibanding yang lain," jelasnya. Dia menambahkan, selain membangun perumahan, perseroan juga membangun kawasan perkantoran premium yang harga perunitnya mencapai sebesar Rp 11 miliar. Kawasan perkantoran ini memiliki 4 lantai yang akan dibangun pada tahun ini. "Nama perkantorannya Foresta Business Loft yang ke 2, targetnya itu pokoknya pada tahun ini," jelasnya. Belanja Modal Bumi Serpong Damai tercatat telah merealisasikan anggaran belanja modal sebesar Rp 1,2 triliun sampai kuartal I-2013, dari total anggaran Rp 3 triliun di tahun ini. Dana belanja modal seluruhnya berasal dari kas internal yang sebagian besar dipergunakan untuk pembebasan lahan baru, dalam membangun infrastruktur, rumah dan bangunan komersial. "Kami mempunyai harapan kalau pertumbuhan perseroan dapat pertumbuhan kinerja yang baik, sehingga cepat terselesaikan beberapa proyek BSDE," katanya. Selain itu, perseroan sedang mengincar dana segar, yang didapatkan dari penerbitan saham baru dengan skema non Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau private placement. Saham baru yang akan dilepas sekitar 10% dari modal yang sudah disetor, untuk nilai private placement ini bisa mencapai Rp 2,95 triliun. "Kalau aksi ini dilakukan, agar memberikan kelancaran untuk perseroan dalam menggencarkan ekspansi dan membiayai semua operasional. Ada kemungkinan dana segar ini untuk anak usaha SBDE," ungkapnya.(Dis/Nur)

Ditulis Oleh : enjol // 8:08 PM
Kategori:

 
Powered by Blogger.